Langsung ke konten utama

Melia


1. Terkejut
2. Sarapan
3. Melia
4. Sebab Jatuh Cinta
5. Jatuh Cinta
6. Merana
7. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
8. Memiliki Kekasih
===============================



1. Terkejut
-------------------------------
Melia terkejut saat dia keluar dari kamar mandi dan melihat saya ada di dalam kamar kosnya. "Lho.. kamu ada kamu di sini ?"

"Iya nih.. saya bawakan [Sarapan] untuk kamu. Ayo kita makan !"

"Bagaimana kamu bisa masuk ke kamar saya ?" tanya Melia.

"Sudahlah, " kata saya, "jangan bertanya yang rumit-rumit ..ayo.. kita sarapan bareng !"

Melia ngeloyor ke depan lemari untuk berganti baju. Tampak dari wajahnya, Melia merasa bingung dan heran dengan kehadiran saya. Dia juga merasa takut.

2. Sarapan
-------------------------------
Saya membawa dua porsi nasi kuning, lengkap dengan telor dan daging ayam, untuk sarapan Melia dan saya, sudah saya sajikan di atas tikar dengan air teh yang hangat.

[Melia] sudah berpakai rapi dan cantik, dia duduk perlahan di hadapan saya. Dia memandangi hidangan yang tersaji di tikar. Tidak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Saya tahu, dia tidak menginginkan semua ini terjadi, tapi saya menginginkannya.

"Janganlah termenung, Melia ! saya hanya ingin kita sarapan bersama. Setelah itu saya akan pergi." kata saya, memecahkan hening.

Melia menarik piring berisi nasi kuning ke arahnya. Tanpa melihat ke arah saya, dia berkata,"Mengapa kamu lakukan ini ?"

"Lakukan apa ?"

"Membawakan sarapan untuk saya ?" tanya Melia. Dia masih belum menyentuh makanannya.

"Tadi saya sudah bilang, saya ingin kita sarapan bersama."

Tidak ada sepatah kata lagi yang keluar dari mulut Melia. Kami lalu sarapan dalam hening dan cahaya pagi yang indah.

3. Melia
-------------------------------
Melia adalah seorang gadis berusia 22 tahun. Dia sering datang kepada saya untuk meminta bantuan mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Satu tahun lebih berlalu, entahlah apa [Sebab Jatuh Cinta], kemudian saya jatuh cinta padanya. Tapi Melia, tidak menunjukan tanda-tanda bahwa dirinya akan membalas cinta saya.

Cinta tidak harus memiliki. Oleh karena itu, saya berpikir bahwa saya tidak akan memaksa dia untuk membalas cinta saya. Tapi cinta saya kepadanya, membuat saya selalu ingin berbuat sesuatu untuknya.

4. Sebab Jatuh Cinta
-------------------------------
Orang bilang, "Cinta itu tak ada logika". Entahlah apa maksud sebenarnya. Tapi saya pikir, hal itu karena sulit dicarikan alasan dari "mengapa jatuh cinta pada seseorang".

Seperti hal yang saya alami, ketika saya [Jatuh Cinta] pada Melia, jika dipikir-pikir alasannya saya sulit menemukan alasan, mengapa saya jatuh cinta kepadanya. Kalau dibilang karena dia cantik, tidak juga. Jika karena cantik, pasti saya akan jatuh cinta pada Wulan, sahabatnya Melia. Wulan jauh lebih cantik dari pada Melia. Tapi saya tidak pernah ada perasaan apapun pada Wulan. Dibilang "karena pintar", tidak juga. Melia gadis biasa-biasa saja, juga tidak terlalu baik pada saya. Disebut saya jatuh cinta karena terbiasa belajar bersama bersamanya, juga tidak mungkin. Karena ada gadis lain yang lebih sering bersama saya, tapi saya tidak pernah jatuh cinta kepadanya. Di sini bagi saya, memang terbukti sulit untuk menemukan sebab dari jatuh cinta.

5. Jatuh Cinta
-------------------------------
Saya jatuh cinta pada Milea. Rasanya itu kadang menyenangkan dan kadang menyakitkan. Siang dan malam saya selalu terkenang kepadanya. Kenyamanan hidup saya terasa terganggu karena jatuh cinta. Kalau bisa memilih, saya tidak ingin jatuh cinta dan lalu [Merana].

6. Merana
-------------------------------
Saya merana karena jatuh cinta pada Melia. Tapi Melia, tidak ada berpikir-pikir tentang saya, tidak terlihat kepeduliannya sama sekali. Ini yang disebut [Cinta Bertepuk Sebelah Tangan], cinta hanya dari satu pihak dan tidak terbalaskan.

Melia tahu saya mencintai dia, walaupun saya tidak pernah mengatakannya kepadanya. Namun, semua yang saya lakukan terhadap memberikan gambaran yang jelas, bahwa saya mencintainya. Banyak hal dapat diketahui, tanpa harus dikatakan. Demikian juga saya sangat yakin, Melia tahu saya mencintai dia. Tapi saya tidak tahu, apakah di dalam hati Melia itu ada cinta sedikit saja untuk saya ataukah tidak. Ketidak-peduliannya Melia pada saya, entah karena memang dia tidak pernah ada rasa ataukah memang dia menyembunyikan perasannya. Walaupun ada rasa cinta, sudah sepatutnya dia merahasiakannya, karena Melia sudah [Memiliki Kekasih]. Karena itu pula, saya diam. Walaupun sangat mencintai Melia, saya tidak pernah berani untuk mengatakannya. Tidak patut saya mengatakan cinta pada seorang gadis yang sudah memiliki kekasih.

Rasa cinta dan rindu saya, sekarang adalah masalah saya sendiri. Entah apa yang harus saya lakukan, bagaimana cara membuang semua perasaan ini. Ternyata tidak mudah menghapuskan segala bayangan tentang seorang yang dicintai. Sekarang setiap saat, saya harus merasakan sesaknya dada karena hati yang merana.

7. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
-------------------------------


8. Memiliki Kekasih
-------------------------------
Alasan saya tidak menyatakan cinta pada Melia adalah karena Melia sudah memiliki kekasih. Seandainya dapat memilih, tentu saya tidak ingin jatuh cinta pada gadis yang sudah memiliki kekasih. Tapi, cinta ini seolah tumbuh sendiri di dalam hati tanpa saya kehendaki.

Kekasih Melia itu adalah seorang pemuda kampung yang tampan, tetangga Melia sendiri. Dia pemuda yang ramah.

Komentar